Sifat-sifat fisiko kimia

 https://youtu.be/xP3-L69g3QE

Komentar

  1. dari penjelasan dari video tersebut menjelaskan bahwa obat yang bersifat asam lemah akan berionisasi lebih banyak dari ph rendah sedangkan obat bersifat basa lemah akan berionisai pada ph tinggi , pertanyaan saya bagaimana cara obat yang bersifat asam lemah bisa mendapatkan ph rendah dan kenapa basa lemah akan berionisasi pada ph tinggi? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih pertanyaanya, anda menanyakan bagaimana cara obat yang bersifat asam lemah bisa mendapatkan ph rendah dan kenapa basa lemah akan berionisasi pada ph tinggi. Obat yang bersifat asam lemah dapat mendapatkan pH rendah dengan larut dalam air atau larutan asam yang lebih kuat. Ketika obat asam lemah larut dalam air atau larutan asam, ionisasi asam lemah akan terjadi, dan jumlah ion H+ akan meningkat sehingga pH obat akan menurun. Selain itu, pH obat juga dapat dikontrol dengan menambahkan asam atau basa ke dalam larutan.

      Basa lemah akan berionisasi pada pH tinggi karena pada pH tinggi, konsentrasi ion H+ dalam larutan sangat rendah. Oleh karena itu, ion OH- yang hadir dalam larutan basa lemah akan mempengaruhi reaksi ionisasi basa lemah. Dalam kondisi ini, ion OH- akan bereaksi dengan ion H+ yang terbentuk dari ionisasi basa lemah, membentuk molekul air, sehingga kesetimbangan ionisasi akan bergeser ke arah pembentukan lebih banyak ion H+. Akibatnya, basa lemah akan lebih banyak berionisasi pada pH tinggi.

      Hapus
  2. dari penjelasan video tersebut ada di jelaskan tentang ionisasi obat dipengaruhi oleh lingkungan, jika ph lingkungan diatas ph obat maka ionisasi nya netral begitupun sebaliknya nah faktor yg dapat mempengaruhi ionisasi obat itu salah satunya adalah ph, disini saya akan bertanya mengapa ionisasi obat itu bisa di pengaruhi oleh lingkungan dan jika ph obat itu di bawah ph lingkungan apakah obat akan terionisasi dengan baik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaanya, anda menanyakan mengapa ionisasi obat itu bisa di pengaruhi oleh lingkungan dan jika ph obat itu di bawah ph lingkungan apakah obat akan terionisasi dengan baik. Ionisasi obat dapat dipengaruhi oleh lingkungan karena obat dapat berada dalam bentuk ion atau non-ion, tergantung pada pH lingkungan. pH lingkungan dapat mempengaruhi keadaan ionisasi obat karena pH mempengaruhi jumlah ion hidrogen (H+) dalam larutan, dan jumlah ion H+ ini pada gilirannya dapat mempengaruhi ionisasi obat.

      pertanyaan kedua yaitu "jika ph obat itu di bawah ph lingkungan apakah obat akan terionisasi dengan baik?". obat akan terionisasi dengan baik tergantung pada karakteristik kimia obat dan pH lingkungan. Beberapa obat cenderung terionisasi dengan baik pada pH tertentu, sementara yang lain tidak. Jadi, jika pH obat di bawah pH lingkungan, maka obat mungkin tidak terionisasi dengan baik, tergantung pada karakteristik kimia obat tersebut.

      Hapus
  3. terimakasih atas pertanyaanya, anda menanyakan mengapa harus menggunakan asam pepimidat sebagai pengencer obat yang akan meningkatkan kelarutannya. Apakah bisa menggunakan zat lainnya? Dan jika diganti dengan zat lain, apakah akan berpengaruh terhadap kelarutan obatnya?
    mengapa saya memilih asam pipemidat? Hal ini karena asam pepimidat memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa polar lainnya, sehingga dapat membantu membuka struktur kristal dari obat dan meningkatkan kelarutan obat dalam air atau pelarut polar lainnya. dan juga asam pipemidat dapat membantu mengencerkan obat karena memiliki sifat hidrofilik, yaitu mudah larut dalam air, dan sifat hidrofobik, yaitu mudah larut dalam pelarut organik. Karena sifat ini, asam pipemidat dapat membantu melarutkan obat dalam pelarut yang tidak biasa digunakan untuk melarutkan obat-obatan.

    lalu ada pertanyaan "apakah bisa diganti dengan zat lainnya? jika diganti dengan zat lain, apakah akan berpengaruh terhadap kelarutan obatnya?"
    bisa diganti dengan asam lain yang memiliki sifat untuk mengencerkan obat, contohnya asam sitrat. asam sitrat cocok dikarenakan Asam sitrat bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap dan menahan air. lalu asam sitrat memiliki sifat asam yang kuat. Sifat ini memungkinkan asam sitrat untuk membentuk kompleks dengan kation logam, yang dapat membantu meningkatkan kelarutan obat dalam air.
    Apabila senyawa pengencer yang digunakan diubah, tentu saja dapat mempengaruhi kelarutan obatnya. Pemilihan senyawa pengencer harus didasarkan pada sifat fisik dan kimia obat yang akan diencerkan, sehingga dapat meningkatkan kelarutan obat dan ketersediaannya dalam tubuh.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini